December 8, 2019
Peran Robot dan Kemajuan Teknologi untuk Industri

Peran Robot dan Kemajuan Teknologi Untuk Industri

Robotika dalam industri sebenarnya sudah ada sejak lama, mulai sekitar awal abad ke-19. Perlahan tapi pasti, robot akhirnya menjadi andalan untuk menggantikan peran yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.

Robot pertama yang diketahui dibangun pada tahun 1937, diprogram untuk menyusun balok kayu. Robot industri ini dibuat dengan tujuan mempercepat proses di pabrik, meningkatkan produktivitas pabrik.

Seiring waktu, teknologi telah berkembang lebih maju, aplikasi robotika juga semakin canggih dan canggih. Mulai dari hanya memilih dan menempatkan, hingga proses perakitan dan pengelasan.

Peran Robot dan Kemajuan Teknologi untuk Industri
Peran Robot dan Kemajuan Teknologi untuk Industri

Pabrik otomatis berarti menerapkan berbagai sistem kontrol yang mengelola peralatan dan mesin. Tujuan otomasi adalah untuk mengoperasikan pabrik lebih efisien, produktif, dan menghasilkan output berkualitas lebih tinggi.

Memasang robot ke pabrik membantu bagian-bagian yang otomatis di jalur produksi. Pekerjaan yang diselesaikan secara otomatis dalam waktu yang lebih singkat.

Karena robot tidak hanya bergerak cepat dan dengan kecepatan yang konsisten, tetapi juga dapat berfungsi di luar jam kerja untuk memenuhi tenggat waktu produksi.

“Kesalahan yang dapat terjadi dengan pekerjaan manual dapat diminimalkan, sehingga memastikan kualitas yang lebih tinggi,” kata Shermine Gotfredsen, General Manager Universal Robots Asia Pacific

Menciptakan Pekerjaan

Tren terbaru dalam robot industri adalah sama dengan kebangkitan komputer pada 1980-an. Meskipun komputer mengotomatiskan tugas-tugas yang biasanya menjadi tanggung jawab sekretaris, ini tidak berarti bahwa pekerjaan sekretaris terancam.

Sebaliknya, komputer adalah alat yang digunakan oleh sekretaris untuk menyelesaikan tugas mereka dengan lebih produktif. Seperti itu, robot industri adalah alat yang dapat digunakan oleh pabrik untuk membantu pekerja mereka di jalur produksi.

Mengingat manfaat yang dapat dihasilkan robot, mereka juga akan membantu pabrik menciptakan lapangan kerja. Laporan 2013 oleh Metra Martech telah menunjukkan bahwa robot industri diperkirakan akan menciptakan antara 900.000 dan 1,5 juta pekerjaan dari 2012 hingga 2016.

Misalnya, perusahaan yang merasakan manfaat menjadi perusahaan yang semakin kompetitif sebagai akibat langsung dari penggunaan robot, cenderung juga mempekerjakan lebih banyak pekerja di masa depan untuk mendukung ekspansi produksi mereka.

Robot tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membuat tempat kerja lebih menarik. Robot industri dapat dibentuk untuk membantu pekerja di tempat kerja yang berbahaya di pabrik, seperti keberadaan bahan kimia berbahaya atau benda berat.

“Ini tidak hanya sangat membantu mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental dan motivasi para pekerja,” kata Gotfredsen.

Baru-baru ini, industri makanan dan minuman telah dipengaruhi oleh penurunan permintaan ekspor dan depresiasi rupiah. Akibatnya, produsen menghadapi kenaikan biaya operasional karena mereka sangat bergantung pada bahan impor seperti gula, susu, dan kedelai.

“Untuk menghadapi tantangan ini, penting bagi 6.000 perusahaan manufaktur makanan dan minuman di Indonesia untuk mempertimbangkan mengadopsi solusi robotika,” kata Gotfredsen.

Produktivitas dan Efisiensi

Produktivitas dan efisiensi di pabrik dapat ditingkatkan ketika robot industri digunakan untuk menjalankan fungsi pada jalur produksi, seperti pengemasan dan pembuatan palet, atau memilih dan menempatkan.

“Misalnya, pada lini produksi produk susu, robot berguna untuk mengangkat empat paket keju krim pada saat yang sama dari ban berjalan dan memindahkannya ke baki plastik,” kata Gotfredsen.

Mengingat volume produksi yang besar, peningkatan efisiensi di lini akhir akan berkontribusi untuk mengurangi waktu henti, sekaligus mengoptimalkan produktivitas berarti mampu memenuhi permintaan yang lebih besar.

Dengan robot terbaru yang memiliki antarmuka intuitif sehingga mudah diprogram dan tubuh yang ringan, pabrikan akan menikmati fleksibilitas produksi.

Ini sangat ideal di tengah-tengah kejenuhan dalam industri makanan dan minuman dengan produk yang lebih beragam, siklus produk yang lebih pendek, dan variasi kemasan yang lebih bervariasi. Perusahaan dapat mempelajari cara memprogram dan menggunakan robot untuk mengotomatisasi jalur produksi.

Ketika robot diintegrasikan dengan baik ke dalam proses atau pengemasan lini produk makanan dan minuman, operasi dapat semakin dioptimalkan untuk memenuhi berbagai lini produk.

Robot industri diklaim memainkan peran penting dalam membantu meminimalkan biaya produksi dan pada saat yang sama tetap kompetitif dengan downtime yang berkurang.

“Dengan cara ini, manufaktur di Indonesia dapat menghadapi melemahnya permintaan ekspor dan peningkatan biaya produksi yang mempengaruhi kinerja industri makanan dan minuman,” simpul Gotfredsen.

Leave a Reply