Sangat Menghebohkan, Kata Ahok Karier Politik Saya Sudah Selesai

Ahok Karier Politik Saya Sudah Selesai

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengeluarkan pernyataan baru yang cukup mengejutkan. Di tengah anjurannya untuk memimpin kembali lembaga publik, mantan Gubernur DKI tersebut sebenarnya menyampaikan gugatan yang tidak biasa.

Awalnya, dia mengatakan bahwa dia masih memiliki beban membantu orang miskin. Meski begitu, Ahok menjelaskan, dia tidak bisa lagi melanjutkan karir politiknya sebagai pejabat.

“Saya benar-benar telah menyelesaikan karir politik saya. Mayoritas orang beragama telah mencap saya sebagai penghujat,” kata Ahok dalam pidatonya di Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Jakarta Selatan, siang ini.

Ahok Karier Politik Saya Sudah Selesai

Ahok Karier Politik Saya Sudah Selesai

Ahok tidak merinci kelompok mayoritas yang dia maksud. Ahok sebelumnya dijatuhi hukuman 2 tahun penjara karena dianggap penistaan ​​setelah terbukti mengutip Al-Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu pada 2016.

Dia didampingi oleh istrinya yang menghadiri Roosseno Award IX-2019 untuk menerima penghargaan untuk etos kerja, integritas dan kreativitas bagi publik. Hadir dalam acara ini adalah mantan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Dalam pidatonya ketika menerima Penghargaan Roosseno, Ahok mengatakan ada pihak yang menggunakan isi surat Al-Qur’an sehingga orang tidak akan memilih dia dalam Pilkada 2017 DKI Jakarta. .

Tidak hanya itu. Ahok juga menyatakan bahwa beberapa warga kelas menengah, terutama para ibu, marah karena ia menceraikan Veronica Tan dan menikah lagi dengan Puput Nastiti Devi. Ahok mengungkapkan, pernikahan keduanya berlangsung pada 25 Januari 2019, sehari setelah dibebaskan dari penjara.

“Jadi, ya itu sebenarnya sudah selesai. Saya melihat di gereja saya semua seperti bidat,” kata Ahok.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memenuhi syarat untuk memasuki kabinet kerja Presiden terpilih Joko Widodo. PSI percaya bahwa jabatan menteri Jokowi harus diisi oleh orang-orang yang kompeten, dan Ahok termasuk dalam kriteria itu.

“PSI dan saya pribadi tahu dia (Ahok) adalah pekerja baik yang sangat kompeten,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI DKI Jakarta, Rian Ernest, di kantor DPP PSI, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019.

Ernest menganggap posisi menteri tidak terlihat dari usia atau latar belakang partai politik. Bahkan dengan kasus-kasus hukum yang telah menjerat Ahok, tidaklah cukup untuk mencegah Ahok membantu Jokowi dalam pemerintahan. Apalagi, kata Ernest, kasus hukum Ahok penuh dengan unsur politik. “Jika ada kasus korupsi, itu akan rusak, tentu saja kami mengatakan tidak. Tergantung pada kasus apa.”

Leave a Reply